Showing posts with label From Oz. Show all posts
Showing posts with label From Oz. Show all posts

Tuesday, January 20, 2026

Setidaknya, ini bukanlah yang tidak-tidak

 Akhir-akhir ini saya sangat berjuang untuk fokus. entah kenapa terlalu mudah untuk ter alihkan. Mungkin ini adalah efek dari kelelahan pikiran terhadap riset dan disertasi yang sudah diburu waktu.

Mungkin ini adalah cara otak dan diri ini untuk kabur dari hal berat yang memang seharusnya ia kerjakan.

Dan ketika saya berkata, ini berat sekali dan sulit.

Beliau pun tertawa, "PhD is of course hard Ronal. This isn’t for just anyone."


Okeh, self-motivation dulu:

"Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman." (QS. Ali Imran: 139).

"Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya." (QS. ath-Thalaq: 2-3).

Fa inna ma'al-usri yusra. Inna ma'al-'usri yusra. Artinya: "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Al Insyirah Ayat 5-6).

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS Ali Imran 110).


Bismillahirrahmaanirrahiim.

Siap laksanakan

---------------------------------------------

Tapi tetap saja, saya kadang melarikan diri. Dan kali ini ini di awal tahun 2026 ini saya melarikan diri kedalam puisi-puisi yang telah dari lama ingin saya terbitkan. Bukan untuk tujuan komersil sebenarnya (walaupun kalau laku keras dan ngehits, kenapa tidak) karena saya hanya ingin ada karya tulis yang ada dan bisa diwariskan. Saya dari kecil pernah bercita-cita menjadi penulis bahkan bermimpi punya perusahaan penerbitan sendiri. Maka di usia saya yang sudah setua ini, saya ingin mewujudkan mimpi saya tersebut. Walau mungkin belum bisa menerbitkan buku berbobot seperti orang-orang, minimal saya terbitkan kumpulan puisi saja dulu. Toh, setiap perjalanan selalu dimulai dengan langkah pertama bukan. Maka Bismillah, semoga ini bisa menjadi langkah pertama bagi saya meniti jalan sebagai seorang "penulis".

Tahap penerbitannya saat ini sudah sampai ke revisi kedua dan semoga bisa masuk proses produksinya segera. Aamiin.

Terimakasih AoM,
terutama untuk tidak tertawa dalam membaca tulisan ku yang entah apa. Yang kadang antahlah tapi baa lah gitu. :D

Semoga yang ndak sengaja sampai ke blog saya dan membaca tulisan ini, turut mendoakan dengan doa kebaikan ya. 

Saya hanya seorang pemimpi yang sedang berusaha setapak demi setapak mewujudkan satu persatu list impian yang pernah dituliskan dahulu. Semoga selalu dalam kerangka untuk izzul islam wal muslimin. 

-------------------------------------------

Ini lah salah satu bentuk pelarian ku kala ini. Ini hanya mengumpulkan tulisan-tulisan yang sudah ada di blog. dan memberikannya ke penerbit. Jadi bukan menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengetik ataupun menulis karya baru.

jadi setidaknya pelarianku untuk rehat sejenak dua jenak dari so sweetnya penulisan disertasi ini adalah bukan yang tidak-tidak.

Ya...

Setidak nya, ini bukan yang tidak-tidak.

#lagi-lagi apolahkoa



Tuesday, January 06, 2026

Berhenti mengeluh

 Aku selalu tidak suka dengan orang yang banyak mengeluh. Apa lagi kalau setiap berjumpa dengan mereka isinya melulu tentang keluhan.

Aku memandang keluhan sebagai suatu bentuk kesia-siaan. Juga sekaligus sebagai bentuk kelemahan. Bukan, bukan karena aku lebih baik dan serba bisa. Tapi lebih karena aku pun punya banyak hal yang memusingkan dan juga layak untuk dikeluhkan.

Tapi...

akhir-akhir ini (atau mungkin sejak dahulu) aku juga ternyata tanpa sadar, kadang berperan sebagai pelaku pengeluhan ini. Entah iya entah tidak, mungkin orang-orang terdekat ku akan bisa menjawab ini dengan lebih jujur. Ya Angel pasti lebih tahu jawaban tentang ini. Bisa saja ternyata ia telah merasai mendengarkan keluhan-keluhan ku :D. (A big sorry ya mylove :) ) 

Aku memang punya sedikit keahlian untuk jaim di depan orang.

Tapi kalau bersama Angel.... ehm hehe.

-----

Jadi untuk "hari ko kateh" wahai Jho mari berhenti mengeluh.

baik untuk umum maupun saat bersama Angel.

Jika muncul kehendak untuk mengeluh, tarik nafas, baok bagoyang (untuk ini Rasyid sangat available untuk diajak collab) Dan lalu kerjakan apa yang bisa dilakukan untuk hal tersebut.


Biar, hari-hari kita penuh dengan optimisme.
Agar rumah kita penuh dengan optimisme.
Sebab Allah itu sesuai dengan persangkaan hambanya.


Bismillah.

---------------------------


*Tapi jika nanti kamu lihat aku mengeluh, semoga itu memang sebuah keluhan yang disengaja untuk keperluan-keperluan tertentu. YTTA

Saturday, June 07, 2025

600 kata...

 600 kata,

dan lalu kupun berkata, "Good Job Ronal"

Ya, walau jumlah yang minim dan sedikit. Tapi tentu klo bukan dirikita yang menghargai susah payahnya kita berhasil menelurkannya lalu siapa?

Fiuh,

Walau beringsut-ingsut, Ya, saya pasti bisa insya Allah.

Sunday, May 25, 2025

SPM ke 50 yang mendebarkan

 #SPM50

Persiapan menyambut SPM ke 50 yang sangat mendebarkan.

Rencana hari ini akan lembur selembur-lemburnya hingga saat mentari terbit esok pagi bisa menghaturkannya dengan baik.


Bismillahirrahmanirrahiim

My Classroom, I miss you

 Aneh pula ya,

Entah kenapa, siang ini, di tengah cuaca nan mulai dingin dan kepala yang pusing memikirkan revisian, saya memasuki lingkungan kampus Burwood yang sepi.

Maklum ini adalah weekend.

____
Sudah lama aku tidak berdiri mengajar di depan kelas. Sudah lama tidak berinteraksi dengan mahasiswa sebagai seorang dosen. Sudah masuk tahun ketiga. Ya sudah berbulan-bulan tidak mengajar di ruang kelas. Sesuatu yang saat ini sangat ku rindukan.

Semoga study ini segera selesai, dan bisa kembali hadir di ruang-ruang kelas. 

Walau mungkin belum menjadi seorang pendidik yang sempurna, tapi ruang-ruang tersebut tidak henti-hentinya mengasuh saya untuk menjadi seseorang yang terus belajar untuk menjadi lebih baik.

Terimakasih ya Rabb, telah mengizinkan hamba mengabdikan diri pada dunia pendidikan. 

:)

Thursday, May 15, 2025

hmmm Stoikisme

 
Tiba-tiba ketemu mba-mba Suhu di hub.
Tik tak tok sekejap....

Membuat pandangan mengenai menjalani phd by research ini tetap on the track.

Setiap phd wariors punya cerita hidup nya masing-masing.
Tapi satu yang pasti, hidupnya itu tentu penuh dengan lika-liku perjuangan nan berkelok-kelok.

Lika liku nan ber kelok-kelok.

Ngeri nggak tuh.
_______________

Tiba-tiba mampir ke podacastnya Dika: Supaya Hidup Gak Overthinking..

Dan tiba-tiba baca tentang Stoikisme; Apa itu stoikisme? Mengenal aliran filsafat pengendali diri dan pencegah depresi

Buku Ataraxia: Bahagia Menurut Stoikisme karya A. Setyo Wibowo mengungkapkan bagaimana dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang cenderung lebih fokus pada aspek-aspek yang berada di luar jangkauan atau kendali mereka.

Padahal, kunci untuk mencapai kebahagiaan, kekuatan diri, dan kebijaksanaan sebenarnya terletak pada kemampuan kita untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang berada di dalam kendali kita, bukannya terjebak dalam kecemasan terhadap hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan.

Dalam pandangan stoikisme, pentingnya fokus pada apa yang dapat kita kontrol adalah fondasi dari kebijaksanaan dan ketenangan batin. Sebab, meskipun kita tidak dapat mengendalikan peristiwa eksternal atau menghindari ketidakpastian, kita memiliki kendali penuh atas bagaimana kita meresponsnya.


Hmm...
Mari berfokus pada hal-hal yang berada dalam ruang kendali kita.

Thursday, February 13, 2025

Making progress

Yang dibutuhkan saat ini adalah making progress.
terbukti memang ketika ada progress yang dihasilkan pihak-pihak terkait pun merasa senang dan dihargai.
Mereka terkadang belum melihat tentang benar atau salah yang telah dibuat. Mereka kadang tidak menuntut sesuatu yang sophisticated dan sempurna.

Mereka kadang hanya meminta buatlah progress.
Dan dari situ mereka bisa memberikan saran dan masukan yang kemudian akan kita improve menjadi lebih baik.

-----

Alhamdulillah meeting ke 44 menjadi salah satu saksi akan hal ini.

-----

namun setelah itu...

begitu berat untuk mengalahkan blok yang menghalangi untuk terus membuat progres. Begitu susah untuk tenang dan konsisten dalam melakukan upaya untuk progres-progress tersebut.

A'udzu billa hi minasy syaitho nir rajim

Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

Friday, February 07, 2025

Random Questions dan Random Story

 Anak-anak lagi sukanya mendengar story dari Abimen.

Kami punya sesi random questions.

Juga punya sesi random story.


Random Questions ini ada 2 tipe, yaitu tipe mereka bertanya dan tipe Abimen yang bertanya.

Kalau sesi random questions tipe 1 isinya adalah Abimen akan membuka ruang seluas-luasnya untuk Uda dan Adek bertanya apapun tentang segala macam hal. Dari berbagai genre yang ingin mereka tanyakan.

Kadang ada pertanyaan-pertanyaan di luar nalar yang membuat pusing abimen untuk menemukan jawabannya. Ada juga pertanyaan-pertanyaan berbobot, ada juga pertanyaan-pertanyaan lucu.
Di sela-sela tanya dan jawab itulah Abimen sempatkan melancarkan misi pendidikan dan pembentukan karakter mereka. Sedikit-demi sedikit menyelipkan nilai-nilai dan aturan yang perlu mereka ketahui dan tegakkan.

Sesi random questions tipe 2 berisi Abimen memberikan pertanyaan-pertanyaan random kepada mereka, untuk mereka jawab dan diberi skor.

Sepertinya mereka lebih suka sesi random question yang pertanyaan dari Abi. Sebab mereka suka sekali bersaing poin. Hingga kadang pun berujung emosional dari segelintir pihak :D Gimana ya, melatih mereka untuk bisa menikmati persaingan tanpa harus terbawa emosi. 

Selain karena jiwa kompetisi yang tinggi di antara mereka, Uda dan Adek lebih suka sesi random question tipe kedua ini,m karena untuk tipe yang pertama biasanya terjadi tanpa di jadwalkan khusus. Mereka emanglah senantiasa bertanya ini dan itu tak kenal tempat dan waktu. Alhamdulillah. Seru juga sih meladeninya.

__________________
Lain lagi dengan RANDOM STORY.

Sesi ini ada dua tipe juga. Tipe pertama adalah cerita real, biasanya tentang masa kecil dari Abimen ataupun Ummydot. Sedangkan Tipe kedua nya adalah sesi Make Up story. Dimana Abimen akan mengarang cerita tentang ini dan itu. Paling seru kalau dalam cerita itu melibatkan moko-moko. Pooolll deh mereka terkekeh-kekeh tertawa.

Random story tipe ke dua ini merupakan tantangan tersendiri bagi Abimen. Karena sungguh tak mudah mengkreate suatu cerita dongeng lucu apalagi saat diminta melakukannya. Dia akan lebih mudah jika secara natural keluar dari pikiran Abimen.


Dan yaahhh.. seru alhamdulillah.

Semoga sehat-sehat selalu ya... dan jadi anak-anak yang soleh. Aamiin YRA.

_____
ada satu kerandom an lagi sih. Tapi ini olah fisik, namanya Random Soccer.

Hehe, itu apa pulak ya????

hmm hmm hmmmmm

Sunday, January 19, 2025

Hari-hari kalibuik and bagalau

Menikmati fase hidup berjuta pesona.

Menikmati segala keakuan dan berdamai untuk segala stigma.

Bercukup dengan teguh tak melewati batas tepi pagar syariat.

dan terus berjalan melawan godaan lalai dan kehampaan.


Siap terus berjuang, menuntaskan apa nan telah dimulai.


Go go go.... PhD family


Saturday, December 28, 2024

An Ahee moment today: Solving data storage issue

Yeah, although it might sound like something an overenthusiastic person would say, yes, I used to celebrate every little achievement I made—just like now.

Being able to solve one of my data storage problems is a big thing for me. I had spent so much energy thinking about how to solve it, but suddenly, Allah showed me the way. And now, here it is—I can access the storage. Although I still need to learn how to use it properly, this feels like a major step forward.

Dear Melbourne, Please be nice to me ya...

 Alhamdulillah telah sampai kembali ke melbourne.
Setelah hiruk pikuk data collection.

Sungguh memang, bahagia paripurna itu adalah ketika berkumpul dengan orang-orang terkasih.
Membuat jiwa dan raga ini tercharge dengan full.

Alhamdulillah.

Terimakasih ya Rabb.




Friday, October 18, 2024

Memaksimalkan kesendirian

Fase studi s3 ane sudah memasuki paruh akhir tahun kedua.

Dan ini adalah jadwalnya untuk fieldwork yang dengan kata lain adalah fase untuk long distance marriage lagi dengan jarak Padang - Melbourne.

Start pada 17 September 2024, Ane terbang dari Melbourne menuju Padang. Meninggal kan orang orang ter kasih insya Allah demi jihad ilmu. Menuntaskan perjuangan.

Walau, persiapan fieldwork nya masih dikebut dan dikebut. Dipenuhi rasa was was dan deg deg an. Apakah saya bisa menyelesaikan semua ini?

Supervisor pun mungkin sedang sangat sibuknya.

sehingga sempat slow respon.

Tak biasanya beliau begitu. selama ini selalu fast respond. Menambah dag dia dung.

Tak henti henti AOM menyemangati. Yang nasib nya sendiri pun sedang galau dengan riset proposal nya. Yup ane maklum se maklum maklumnya. seorang Phd Student saat telah melewati tengah tahun pertamanya akan mengalami kegamangan. Pusing mencari gap. Pusing merumuskan riset question dan bergalau ria dengan research paradigm. Research paradigm ??? Barang apa pula itu??

_____________
But overall, syukur alhamdulillah atas segala nikmat yang telah Allah limpahkan.

Nikmat masih bisa menjalani segala dinamika hari-hari ini.

____________
Mumpung sendiri tanpa anak istri di Padang, mari maksimalkan apa yang bisa dimaksimalkan. Walaupun rindu tak mungkin dikalahkan oleh rasa apapun. Mari tetap jalani dan insya Allah seperti biasa, waktu akan menuntaskan segalanya. 

Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan hambaNya.
Jadi kita hanya perlu berusaha maksimal dan menjadi hamba Allah yang senantiasa bermohon dan bermunajat kepadaNya.

______________
Beberapa targetan dalam memaksimalkan kesendirian.
Entahlah bisa tercapai atau tidak, tapi yuk tulis dan lakukan saja dulu. Bismillah.
1. Rutin memaksimalkan amalan yaumi.

2. Rutin nambah hafalan qur'an.

3. Rutin jaga pola makan.

4. Rutin olahraga minimal 1 jam setiap hari.

5. Rutin mengerjakan aktivitas terkait riset setiap hari menggunakan teknik podomoro.


---------------

Insya Allah.

Tuesday, June 25, 2024

Fighting the procrastionation.

 Yesterday, while waiting to perform the Zuhr prayer at the Springvale Library prayer room, I stood in front of the health and wellbeing aisle. Unintentionally, I grabbed a few books and realized they were about anxiety and how to deal with it.

Although I don't have an anxiety disorder, I noticed the slow progress of my research design and became worried that I might be falling into procrastination. I decided to look for a book about procrastination. Alhamdulillah, I found one. The title is "Do the Hard Things First."

After reading a few pages, I realized that some aspects of procrastination apply to me. Whoa... I need to fix this before it's too late.

Yes, I realized that I have been avoiding tasks.

OK, Let us fix it, Nal!!
Bismillahirrahmanirrahiim

Thursday, June 20, 2024

Insya Allah. Yes we can.

 Alhamdulillah.

Menikmati-hari-hari dengan penuh kesyukuran.
Menjalaninya dengan keyakinan penuh pada Rahman dan Rahim nya Allah SWT.

Untuk bab itu alhamdulillah saya berazzam untuk tak pernah goyah.

Tapi...
Untuk bab usaha, terkadang sering lalai juga untuk memaksimalkan jiwa petarung.

Akhir-akhir ini, Sering juga berdiam lama jika menghadapi kebuntuan.
Pernah jua menghindar untuk mencari beragam pengalihan.

This is not good ronal. Pull yourself back and "break a leg".
Insya Allah, Yes we can.

Saturday, June 08, 2024

A journey of a long battleship

Kadang ada fase bertempur dengan diri.
Ada masa penuh pemaksaan.
Ada jenak waktu perdamaian.

Tak jarang bermanja dengan pembiaran.
Bermain bersama diri hingga berujung pada kemalasan.

Pernah pula, fase-fase heroik
menggebu hingga to the max.

Pernah jua, berada di puncak produktivitas
dan tak jarang juga berada di titik nadir kenihilan progress.

Kadang kami bermesraan hingga semua tunai purna tuntas.
Penuh aura positif dan keharmonisan.


Namun apa pun itu...
Alhamdulillah.
This is my progress.

My lovely journey.
And I still in the progress of being better insya Allah.

Aamiin YRA

Tuesday, February 27, 2024

Bit by Bit

I continue to strive against my procrastination, giving my best effort. Alhamdulillah, sometimes I make progress, but at other times, I find myself stuck in thought.

Recently, however, I've adopted a philosophy inspired by observing my young son eating rice. He eats slowly, and when I urge him, "Rasyid, finish your rice!" he responds, "Ya, Bi. Ada adek makan kok." Remarkably, he eventually finishes. We call his approach to eating "bit by bit. sebiji demi sebiji". Despite its slow pace, he ultimately completes his meal.

This "bit by bit" approach prompted me to reflect on advice often given by my supervisor about progress. The emphasis is on moving forward, not waiting for perfection. Simply create a draft and refine it later. I realise that, in the process, we need Progress, not perfection, this is the key for me.

Therefore, I've learned to value any progress I've made. Though witnessing others' successes in achieving their goals can sometimes evoke feelings of insecurity, I remind myself that this mindset contradicts both my usual approach and the teachings of tarbiyah.

Tarbiyah teaches me to observe and reflect on others' struggles. It's essential not only to focus on success but also to take time to acknowledge those facing numerous challenges and difficulties in their lives. Reflecting on this, I feel deeply grateful to Allah. Alhamdulillah.


A story from the library last night: Unintentionally, I sat across from a man who appeared Chinese, unaware that he was Indonesian until he answered a phone call in Bahasa Indonesia. He confided to the person on the other end about feeling stressed with his job. From what he shared, it seemed he was only involved in planting crops, likely working on a farm judging by his attire. 'Kamu tahu nggak, aku sedang stress nih dengan kerjaan. Sedikit stress sih, kerjaan ku itu nggak berat, hanya menanam-nanam gitu kan.....' Begitulah kurang lebih yang kudengar.

The reason I share this eavesdropped encounter is to remind myself never to compare my work with others'. It might seem easier for him, just tending to plants without the complexities of research, designing, writing, proposal revising and other 'thinking' responsibilities. However, we never truly understand someone else's situation.

So, it's crucial to be grateful for what you have and to continually strive to make progress, regardless of the circumstances.

Thursday, January 11, 2024

Fighting with myself

Believe it or not, these days I feel that i should fight with myself.

Because it seems that lazyness has occupied my mind. 

yeah, I can blame other things or make excuses for it. But, i realise that it is me, my self that cannot organise my time well.

_____
Honestly, I am currently at the stage of struggling with my research planning and progress.

I have two supervisors that are very nice and full of encouragement. I am feel sorry for them, because my progress is still left behind. They are always kindly support me to deal with everything.
_____

Now, the time is limited. And many things to be done.

Bismillah...

No more "I will do it later"
No more too much thinking and thinking and thinking.

just write it done now, right now.


:D :D :D

I can do it. insya Allah.
______
Dear Allah, please help me to deal with these all.
I beg you for the whole of my life.
______

And of course, I have a very happy life here, with my lovely wife and sons. 
Don't know what to do if they are not here :D

Thank you :D

Sunday, November 12, 2023

Notable Moments, Syukur Alhamdulillah

Alhamdulillah, it's been nearly two months since my family joined me here in Melbourne, specifically on November 14, 2023. Uda Aqsho has been attending NPPS and TPA Madania for about a month now. Alhamdulillah, we've achieved a lot, and all credit goes to Allah. I'm truly grateful for everything. We've faced various challenges together, and remarkably, we've managed to navigate them with joy


Some notable moments that I want to capture in this post are:

1. Adek Rasyid has started his preparatory school session at NPPS.

Actually, the school was supposed to begin for him next year, and we initially planned to enroll him closer to the commencement date. However, Allah guided us to expedite the process. His ways are always unpredictable. During a family gathering event, some friends discussed children and their schooling with Ummi. They suggested that we should start enrolling Rasyid early because schools sometimes have limited seats. At that time, I had intended to postpone it until I finished my revision (which seems to be an endless revision cycle :D), but Ummi was eager to do it as soon as possible. So, we went to the school with the required documents (which I had prepared following Uda Aqsho's documents).

Alhamdulillah, Allahu Akbar! The day we went to the school happened to be the last week before the "once a week" session started. Allahu Akbar. It turns out there are four sessions that parents and children who will join the preparatory school next year should attend. Alhamdulillah, we were able to be a part of it. Fortunately, Allah provided guidance through Ummi's friends. Thank you, Allah, and thank you to those kind-hearted people.

The enrollment process has been very easy and straightforward, Alhamdulillah.


2. Ummi has finally managed to secure a Letter of Acceptance (LOA) from Monash University and a scholarship from LPDP. 

This is a truly joyful moment after a long and challenging journey. Securing the LOA and scholarship is crucial for our family, as without these two things, we wouldn't know what to do. Honestly, up until now, we still don't have any other options. We literally don't know how Ummi would stay here in Melbourne without the scholarship and LOA.

Syukur Alhamdulillah. Thank you to everybody who has contributed to this achievement. May Allah reward you abundantly. Ameen YRA

3. Uda Aqsha was recognized as the best student for year 2 in this period.

One day this week, I picked up Uda Aqsha as usual. He approached me with his prestigious smile and showed me a card in his hand. The home-teacher had written appreciative words about Aqsha, highlighting his responsibility and hard work in completing all of his school assignments. I commended him for it and created an Instagram reel to document his reaction. Then, unexpectedly, Ummi connected with another Indonesian parent at NPPS who conveyed congratulations through WhatsApp. She mentioned that Aqsha was chosen as the best student for this period. Typically, there is an evaluation for each period, and the best students from each class are announced and recognized during the joint student meeting in the school hall.

Masha Allah, thank you, my diligent boy. I am reminded of the time when discussing school was a forbidden topic, even back in Indonesia because he didn't want to attend school in Melbourne. The period before starting school was a challenging and worrisome time for our family. On one hand, I felt compassion for Aqsha, who was about to face an unfamiliar school environment with limited English proficiency. However, Allah paved the way for His blessings. Since the first day, Aqsho has consistently gone to and from school with enthusiasm. Alhamdulillah.

Oh, there's a secret of Allah's love behind this achievement. Before this, Uda Aqsha participated in a class meeting activity at his school. He had put in effort but hadn't won yet. At home, Ummi said he was very sad, even to the point of tears, wondering why he never won any competitions. This was the case back when he was at Adzkia too, despite his sincere efforts. We comforted him, and it turns out Allah comforted him with this achievement. Alhamdulillah, Allahu Akbar.

And there's more to share; I will update you in future posts, insha Allah.

========================

Now, please keep me in your prayers as I strive to excel in my revision. The deadline is approaching."

Friday, October 27, 2023

Roda Padati

"It is always challenging."

"Yes, life is often like that. Perhaps not for everyone."

"Joys and happiness,"

"Sadness and overwhelming emotions,"

"Enthusiasm and strength,"

"Uninspired and laziness,"

"All of these will come and go in countless cycles." Like a roda padati yang sedang berputar

"What makes it different for one person from another is how they deal with it."

"As for me, I have failed many times in managing it well."

"I don't know the exact or better way to deal with it."

"I always try to keep going and to accept myself. I feel very sad after making a mistake in handling these emotions because it also affects the people around me."

Wednesday, October 04, 2023

pull your self together, Jho

Yes the tittle is a phrase used by people to express that one have to concentrate himself to refocus and keep calm on doing the progress. (For the exact meaning just googling it or ask chatGPT).

The first week of october about to end, and I still make a very slow progress. I need to uplift my motivation and push myself to start and consistently doing the writing. 

Alhamdulillah it is chapter 3 now, but the previous two chapters are not final yet. Many parts of it need to be revised, adjusted or even replaced with a more proper writing.

I have to fight my feeling of laziness. And the best way to do it is by start typing the first sentence. And Bismillah. I will do it now.

..........



Setidaknya, ini bukanlah yang tidak-tidak

 Akhir-akhir ini saya sangat berjuang untuk fokus. entah kenapa terlalu mudah untuk ter alihkan. Mungkin ini adalah efek dari kelelahan piki...