Judul di atas sebagai pengingat untuk diri saya agar senantiasa hidup dengan penuh rasa syukur.
Ya bersyukur dengan sudah sebegitu banyaknya nikmat Allah yang tidak berhingga yang selalu tercurah.
Jangan terlalu banyak menuntut ekspektasi ini dan itu terhadap hidup.
Jalani yang ada sekarang dengan sebaik-baiknya.
Kita tak bisa menuntut segalanya sesuai dengan bagaimana nyamannya kita.
____
Saya juga kadang takut, terjebak dalam kalimat judul tadi. Menjadikannya alasan untuk tak mempush diri menjadi lebih baik. Ah, semogga tidak demikian.
_____
Makin hari, mungkin karena faktor jauh dari zona nyaman, saya memiliki interaksi yang sangat terbatas. Mungkin juga karena saya sudah begitu dipusingkan dengan urusan riset sehingga tak ingin lagi berjauh-jauh dengan zona nyaman terakhir yang saya punya, rumah.
Dan karenanya saya larut dalam pikiran, oh ternyata saya memang introvert.
Benar atau tidaknya, wallahualam.
Tapi yang jelas, saya bisa tenang dan rileks ketika tidak bersama "keramaian". Ya, saya suka berpergian, sangat suka... tapi tidak bersama atau menjumpai orang-orang. Entahlah... itu terasa begitu melelahkan. Mungkin karena label "orang asing" yang sudah terstigma di awal. Memang dalam hidup saya, tak banyak yang bisa survive melewati pagar batas "orang asing" saya.
______
Namun, akhir-akhir ini saya tersadar. Jika saya seperti ini, bukan berarti orang-orangg dekat saya juga harus begini. Tentu saja tidak, bukan.
Jadi saya berlatih untuk tidak egois dalam memiliki. Termasuk dalam rasa "memiliki" orang-orang dekat. Mereka punya gaya hidup dan cara bahagianya masing-masing. Mereka punya pilihan-pilihan yang bisa mereka ambil untuk bertahan dan juga menikmati bahagia. Hidup ini tidak serta merta putih hitam. Walau kadang telah banyak "kegelapan" yang bertransformasi menjadi sedikit abu-abu hingga mempoles diri menjadi terang. Tapi tidak semuanya senegatif itu. Masih banyak mereka yang bertahan dalam cahaya dan sesekali menapaki ruas jalan temaram hanya berusaha untuk menjalani hidup normal seperti manusia kebanyakan.
_____
Semangat...
Hai Jho... kita pasti bisa.
Kita bahagiakan diri kita, kita bahagiakan orang-orang terdekat kita.
Kita lakukan apa-apa yang memang dalam kuasa kita, jangan pikirkan sesuatu yang kita tak punya kuasa atasnya.
______
Hai Jho, Mungkin filosofimu yang "berfokus kepada diri" bisa digaungkan lagi. Tapi dengan arah yang positif.
Berfokus pada apa yang bisa kamu lakukan.
Berfokus pada kebahagiaan apa yang bisa kamu kreasikan.
Berfokus pada manfaat apa yang bisa kamu berikan.
Berfokus pada usahamu menyelesaikan tugas-tugas sebaik mungkin.
Selebihnya, tak usah terlalu dipikirkan (setidaknya untuk saat ini, saat kepala dan pikiran sangat mudah teralihkan dari riset dan thesis yang sedang dikerjakan) 😄😄😄
-----
Alhamdulillah
Akhirnya bus nya datang