Monday, February 02, 2026

#UR1Muhasabbah dan Taubat

Kembali kepada Allah.

Menjadi seorang mahasiswa PhD yang sedang mengalami tanjakan dalam fase tahun akhir ini membuat saya bertekad untuk lebih giat dalam beristigfar dan memohon ampunan dari Allah SWT. Saya sangat merasa kecil dan tidak berarti apa-apa. Hanya ridho dan rahmat dari Allah lah yang membuat saya bisa tetap bertahan dan mengikat semangat untuk terus melanjutkan perjuangan. Saya menyadari dan merasakan bahwa apapun yang terjadi kepada saya adalah rencana terbaik yang telah Allah siapkan. Dan karena itu adalah sebaik-baik rencana maka saya senantiasa meyakinkan diri saya tentang hal tersebut. Saya sering tekankan pada diri saya lakukan saja yang terbaik dan sesuai dengan semaksimal yang saya bisa. Sering memang, saya jatuh kedalam overwhelmed dan overthinking yang berlebihan, dan saya menyadari sisi negatif saya tersebut. Saya bermohon ampunan kepada ALLAH SWT untuk segala khilaf dan dosa yang saya lakukan. Semoga hari -hari ke depan menjadi lebih baik dan bisa lebih mempergiat ibadah dan juga siap dalam menyambut bulan suci ramadhan.


---

Tadabbur QR Az-Zumar Ayat 53

Artinya: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ayat ini menjadi harapan besar yang nyata bagi saya, bahwa Allah itu maha pengampun dan Ia menyampaikan bahwa kita tidak boleh berputusasa atas rahmat dariNya. Saya menjadi bersemangat untuk memperbaiki diri dan berusaha menunaikan syarat-syarat dalam memohon ampunan dari Allah SWT. Dengan mentadabburi ayat ini saya menjadi lebih semangat lagi untuk memperbaiki diri, walau banyak kelalaian-kelalaian yang saya lakukan baik sengaja ataupun tidak, saya yakin bahwa Allah Maha Pengampun dan menerima taubat.

Saya bertekad untuk meningkatkan dzikir dan istigfar harian, agar hati dan pikiran saya senantiasa ingat kepada Allah SWT. Sulit memang, namun insya Allah akan saya coba untuk bermujahaddah melakukannya. Bismillah.




Berganti...

Semoga ini adalah hal yang baik untuk semua. Semoga ini jalan keberkahan untuk semua dan semoga semakin lancar segala urusan dan dimudahkan segala upaya dalam mencari solusi untuk persoalan-persoalan.

Sungguh kita tidak pernah tahu tentang apa alasan dari terjadinya sesuatu saat ini. Mungkin kita hanya memandang dari satu sisi saja dan tidak tahu sisi sisi lainnya.

Dan ketika tiba waktunya hidup ini berputar dan sisi lain yang selama ini kabur tertutup mulai terbuka, maka disanalah kita tersadar bahwa rahasia Allah  itu sungguh luar biasa. Maka jangan pernah berputus asa atas rahmat Allah. Dan jangan pernah bersuudzan atas apa yang Allah berikan kepada kita. Sesungguhnya semua ini adalah yang terbaik.

Bismillah.

Tuesday, January 20, 2026

Setidaknya, ini bukanlah yang tidak-tidak

 Akhir-akhir ini saya sangat berjuang untuk fokus. entah kenapa terlalu mudah untuk ter alihkan. Mungkin ini adalah efek dari kelelahan pikiran terhadap riset dan disertasi yang sudah diburu waktu.

Mungkin ini adalah cara otak dan diri ini untuk kabur dari hal berat yang memang seharusnya ia kerjakan.

Dan ketika saya berkata, ini berat sekali dan sulit.

Beliau pun tertawa, "PhD is of course hard Ronal. This isn’t for just anyone."


Okeh, self-motivation dulu:

"Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman." (QS. Ali Imran: 139).

"Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya." (QS. ath-Thalaq: 2-3).

Fa inna ma'al-usri yusra. Inna ma'al-'usri yusra. Artinya: "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Al Insyirah Ayat 5-6).

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS Ali Imran 110).


Bismillahirrahmaanirrahiim.

Siap laksanakan

---------------------------------------------

Tapi tetap saja, saya kadang melarikan diri. Dan kali ini ini di awal tahun 2026 ini saya melarikan diri kedalam puisi-puisi yang telah dari lama ingin saya terbitkan. Bukan untuk tujuan komersil sebenarnya (walaupun kalau laku keras dan ngehits, kenapa tidak) karena saya hanya ingin ada karya tulis yang ada dan bisa diwariskan. Saya dari kecil pernah bercita-cita menjadi penulis bahkan bermimpi punya perusahaan penerbitan sendiri. Maka di usia saya yang sudah setua ini, saya ingin mewujudkan mimpi saya tersebut. Walau mungkin belum bisa menerbitkan buku berbobot seperti orang-orang, minimal saya terbitkan kumpulan puisi saja dulu. Toh, setiap perjalanan selalu dimulai dengan langkah pertama bukan. Maka Bismillah, semoga ini bisa menjadi langkah pertama bagi saya meniti jalan sebagai seorang "penulis".

Tahap penerbitannya saat ini sudah sampai ke revisi kedua dan semoga bisa masuk proses produksinya segera. Aamiin.

Terimakasih AoM,
terutama untuk tidak tertawa dalam membaca tulisan ku yang entah apa. Yang kadang antahlah tapi baa lah gitu. :D

Semoga yang ndak sengaja sampai ke blog saya dan membaca tulisan ini, turut mendoakan dengan doa kebaikan ya. 

Saya hanya seorang pemimpi yang sedang berusaha setapak demi setapak mewujudkan satu persatu list impian yang pernah dituliskan dahulu. Semoga selalu dalam kerangka untuk izzul islam wal muslimin. 

-------------------------------------------

Ini lah salah satu bentuk pelarian ku kala ini. Ini hanya mengumpulkan tulisan-tulisan yang sudah ada di blog. dan memberikannya ke penerbit. Jadi bukan menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengetik ataupun menulis karya baru.

jadi setidaknya pelarianku untuk rehat sejenak dua jenak dari so sweetnya penulisan disertasi ini adalah bukan yang tidak-tidak.

Ya...

Setidak nya, ini bukan yang tidak-tidak.

#lagi-lagi apolahkoa



Tuesday, January 06, 2026

Berhenti mengeluh

 Aku selalu tidak suka dengan orang yang banyak mengeluh. Apa lagi kalau setiap berjumpa dengan mereka isinya melulu tentang keluhan.

Aku memandang keluhan sebagai suatu bentuk kesia-siaan. Juga sekaligus sebagai bentuk kelemahan. Bukan, bukan karena aku lebih baik dan serba bisa. Tapi lebih karena aku pun punya banyak hal yang memusingkan dan juga layak untuk dikeluhkan.

Tapi...

akhir-akhir ini (atau mungkin sejak dahulu) aku juga ternyata tanpa sadar, kadang berperan sebagai pelaku pengeluhan ini. Entah iya entah tidak, mungkin orang-orang terdekat ku akan bisa menjawab ini dengan lebih jujur. Ya Angel pasti lebih tahu jawaban tentang ini. Bisa saja ternyata ia telah merasai mendengarkan keluhan-keluhan ku :D. (A big sorry ya mylove :) ) 

Aku memang punya sedikit keahlian untuk jaim di depan orang.

Tapi kalau bersama Angel.... ehm hehe.

-----

Jadi untuk "hari ko kateh" wahai Jho mari berhenti mengeluh.

baik untuk umum maupun saat bersama Angel.

Jika muncul kehendak untuk mengeluh, tarik nafas, baok bagoyang (untuk ini Rasyid sangat available untuk diajak collab) Dan lalu kerjakan apa yang bisa dilakukan untuk hal tersebut.


Biar, hari-hari kita penuh dengan optimisme.
Agar rumah kita penuh dengan optimisme.
Sebab Allah itu sesuai dengan persangkaan hambanya.


Bismillah.

---------------------------


*Tapi jika nanti kamu lihat aku mengeluh, semoga itu memang sebuah keluhan yang disengaja untuk keperluan-keperluan tertentu. YTTA

Wednesday, December 31, 2025

1 Januari 2026

 Bismillahirrahmanirrahiim.


Alhamdulillah...

Segala lika liku yang telah berlalu. Semogga Allah ampunkan seggala dosa dan khilaf, Allah terima seggala amal ibadah dan semoga Allah rahmati dan berkahi waktu dan umur ke depannya.


Alhamdulillah....

Walau penutup tahun 2025 bagi saya dan istri penuh dengan hal yang "istimewa" dan kadang di luar nalar. Kok bisa ya ada yang begitu, kok bisa ya ini terjadi. Kok bisa bisanya ya....

Tapi apa pun itu, semua kami kembalikan pada Allah ta'ala.

Tahun 2025 penuh warna warni dan perjuangan.

Penuh canda tawa dan juga air mata.

Dan apa pun itu, semua kami terima sebagai anuggrah dari Allah SWT.

Dengan yakin akan janji Allah bahwa Ia lah sebaik baik pemberi ketetapan untuk kami hambaNya.

Alhamdulillah, semogga kami bisa salingg mengguatkan sebagai suami dan istri dan juga sebagai abi dan ummy bagi anak-anak kami tersayang.


Berlalu nya waktu ini jugga membuat kami semakin beranjak pada fase kehidupan yang lebih kompleks lagi.

Dengan anak yang beranjak remaja dan juga masa studi kami yang sudah masuk fase akhir.

Kami bermohon hanya pada Allah, semoga diberikan taufik dan hidayah untuk menjalankan semua amanah ini.


Terimakasih untuk ayah dan ibu ibu kami tersayang. Untuk seggala support yang tiada pernah henti. Jugga teruntuk keluarga besar dan juga sahabat dan karib kerabat seperjuangan.

2026 insya Allah lebih baik. Aamiin YRA

Tuesday, December 16, 2025

Hidup dengan penuh syukur

 Judul di atas sebagai pengingat untuk diri saya agar senantiasa hidup dengan penuh rasa syukur.


Ya bersyukur dengan sudah sebegitu banyaknya nikmat Allah yang tidak berhingga yang selalu tercurah.

Jangan terlalu banyak menuntut ekspektasi ini dan itu terhadap hidup.

Jalani yang ada sekarang dengan sebaik-baiknya.

Kita tak bisa menuntut segalanya sesuai dengan bagaimana nyamannya kita.


____

Saya juga kadang takut, terjebak dalam kalimat judul tadi. Menjadikannya alasan untuk tak mempush diri menjadi lebih baik. Ah, semogga tidak demikian.

_____

Makin hari, mungkin karena faktor jauh dari zona nyaman, saya memiliki interaksi yang sangat terbatas. Mungkin juga karena saya sudah begitu dipusingkan dengan urusan riset sehingga tak ingin lagi berjauh-jauh dengan zona nyaman terakhir yang saya punya, rumah.

Dan karenanya saya larut dalam pikiran, oh ternyata saya memang introvert.

Benar atau tidaknya, wallahualam.

Tapi yang jelas, saya bisa tenang dan rileks ketika tidak bersama "keramaian". Ya, saya suka berpergian, sangat suka... tapi tidak bersama atau menjumpai orang-orang. Entahlah... itu terasa begitu melelahkan. Mungkin karena label "orang asing" yang sudah terstigma di awal. Memang dalam hidup saya, tak banyak yang bisa survive melewati pagar batas "orang asing" saya.

______

Namun, akhir-akhir ini saya tersadar. Jika saya seperti ini, bukan berarti orang-orangg dekat saya juga harus begini. Tentu saja tidak, bukan.

Jadi saya berlatih untuk tidak egois dalam memiliki. Termasuk dalam rasa "memiliki" orang-orang dekat. Mereka punya gaya hidup dan cara bahagianya masing-masing. Mereka punya pilihan-pilihan yang bisa mereka ambil untuk bertahan dan juga menikmati bahagia. Hidup ini tidak serta merta putih hitam. Walau kadang telah banyak "kegelapan" yang bertransformasi menjadi sedikit abu-abu hingga mempoles diri menjadi terang. Tapi tidak semuanya senegatif itu. Masih banyak mereka yang bertahan dalam cahaya dan sesekali menapaki ruas jalan temaram hanya berusaha untuk menjalani hidup normal seperti manusia kebanyakan.

_____

Semangat...

Hai Jho... kita pasti bisa.

Kita bahagiakan diri kita, kita bahagiakan orang-orang terdekat kita.

Kita lakukan apa-apa yang memang dalam kuasa kita, jangan pikirkan sesuatu yang kita tak punya kuasa atasnya. 

______

Hai Jho, Mungkin filosofimu yang "berfokus kepada diri" bisa digaungkan lagi. Tapi dengan arah yang positif.

Berfokus pada apa yang bisa kamu lakukan.

Berfokus pada kebahagiaan apa yang bisa kamu kreasikan.

Berfokus pada manfaat apa yang bisa kamu berikan.

Berfokus pada usahamu menyelesaikan tugas-tugas sebaik mungkin.

Selebihnya, tak usah terlalu dipikirkan (setidaknya untuk saat ini, saat kepala dan pikiran sangat mudah teralihkan dari riset dan thesis yang sedang dikerjakan) 😄😄😄

-----

Alhamdulillah

Akhirnya bus nya datang




Wednesday, December 10, 2025

Sudah Desember lagi

Hmm...

Waktu berlalu begitu cepat ya.

Tidak terasa anak-anak sudah tambah tinggi.

Merekan tambah pintar dan sholeh insya Allah.


Tidak terasa ya, sekarangbsudah Desember lagi.

Tingggal hitungan hari, tahun pun berganti.

Ah...

Belum puas rasanya bercanda mesra dengan masa masa awal studi, eh sudah sampai saja di masa-masa sebagai mahasiswa akhir.

Tidak terasa pula sudah beggitu banyak lika liku kehidupan yang di jalani.

Hmmm...

Perjuangan study ini masih membutuhkan tenaga, pikiran dan segala daya dan upaya.

Masih terseok-seok untuk menuju ggaris finish.

Namun walaupun begitu, seberapapun waktu yang kupunya, aku insya Allah akan menyelesaikannya dengan secepat yang aku bisa.

Yok bisa yok. :)

Dan...

Walau waktu berlalu dengan cepat tanpa terasa, Nikmat dan rahmat Allah hadir dengan penuh berlimpah. Hadir dengan beragam cara dan bentuknya. Alhamdulillah. NikmatNya terasa dan membekas dalam penuh kesyukuran. Allahu Akbar.


Terimakasih istriku sayang, dan tetap semangat juga dengan studynya.

Terimakasih anak-anak hebat ku sayang. Uda dan Adek sudah berusaha dengan sekuat tenagga untuk terus belajar dan bergembira. Membersamai abi dan umi di tanah rantau nan jauh ini.

Terimakasih untuk keluarga kami tersayang. We love you all.


Hmm...

30 menit lagi meeting. Semoga ini meeting penutup untuk tahun ini.

Biar bisa memaksimalkan summer break untuk mengejar segala ketertinggalan. Dan menatap tahun esok dengan lebih gemilang. Insya Allah.

#UR1Muhasabbah dan Taubat

Kembali kepada Allah. Menjadi seorang mahasiswa PhD yang sedang mengalami tanjakan dalam fase tahun akhir ini membuat saya bertekad untuk le...