Tuesday, January 06, 2026

Berhenti mengeluh

 Aku selalu tidak suka dengan orang yang banyak mengeluh. Apa lagi kalau setiap berjumpa dengan mereka isinya melulu tentang keluhan.

Aku memandang keluhan sebagai suatu bentuk kesia-siaan. Juga sekaligus sebagai bentuk kelemahan. Bukan, bukan karena aku lebih baik dan serba bisa. Tapi lebih karena aku pun punya banyak hal yang memusingkan dan juga layak untuk dikeluhkan.

Tapi...

akhir-akhir ini (atau mungkin sejak dahulu) aku juga ternyata tanpa sadar juga kadang sebagai pelaku si pengeluh ini. Entah iya entah tidak, mungkin orang-orang terdekat ku akan bisa menjawab ini dengan lebih jujur. Ya Angel pasti lebih tahu jawaban tentang ini. Bisa saja ternyata ia telah merasai mendengarkan keluhan-keluhan ku :D. (A big sorry ya mylove :) ) 

Aku memang punya sedikit keahlian untuk jaim di depan orang.

Tapi kalau bersama Angel.... ehm hehe.

-----

Jadi untuk "hari ko kateh" wahai Jho mari berhenti mengeluh.

baik untuk umum maupun saat bersama Angel.

Jika muncul kehendak untuk mengeluh, tarik nafas, baok bagoyang (untuk ini Rasyid sangat available untuk diajak collab) Dan lalu kerjakan apa yang bisa dilakukan untuk hal tersebut.


Biar, hari-hari kita penuh dengan optimisme.
Agar rumah kita penuh dengan optimisme.
Sebab Allah itu sesuai dengan persangkaan hambanya.


Bismillah.

---------------------------


*Tapi jika nanti kamu lihat aku mengeluh, semoga itu memang sebuah keluhan yang disengaja untuk keperluan-keperluan tertentu. YTTA

Wednesday, December 31, 2025

1 Januari 2026

 Bismillahirrahmanirrahiim.


Alhamdulillah...

Segala lika liku yang telah berlalu. Semogga Allah ampunkan seggala dosa dan khilaf, Allah terima seggala amal ibadah dan semoga Allah rahmati dan berkahi waktu dan umur ke depannya.


Alhamdulillah....

Walau penutup tahun 2025 bagi saya dan istri penuh dengan hal yang "istimewa" dan kadang di luar nalar. Kok bisa ya ada yang begitu, kok bisa ya ini terjadi. Kok bisa bisanya ya....

Tapi apa pun itu, semua kami kembalikan pada Allah ta'ala.

Tahun 2025 penuh warna warni dan perjuangan.

Penuh canda tawa dan juga air mata.

Dan apa pun itu, semua kami terima sebagai anuggrah dari Allah SWT.

Dengan yakin akan janji Allah bahwa Ia lah sebaik baik pemberi ketetapan untuk kami hambaNya.

Alhamdulillah, semogga kami bisa salingg mengguatkan sebagai suami dan istri dan juga sebagai abi dan ummy bagi anak-anak kami tersayang.


Berlalu nya waktu ini jugga membuat kami semakin beranjak pada fase kehidupan yang lebih kompleks lagi.

Dengan anak yang beranjak remaja dan juga masa studi kami yang sudah masuk fase akhir.

Kami bermohon hanya pada Allah, semoga diberikan taufik dan hidayah untuk menjalankan semua amanah ini.


Terimakasih untuk ayah dan ibu ibu kami tersayang. Untuk seggala support yang tiada pernah henti. Jugga teruntuk keluarga besar dan juga sahabat dan karib kerabat seperjuangan.

2026 insya Allah lebih baik. Aamiin YRA

Tuesday, December 16, 2025

Hidup dengan penuh syukur

 Judul di atas sebagai pengingat untuk diri saya agar senantiasa hidup dengan penuh rasa syukur.


Ya bersyukur dengan sudah sebegitu banyaknya nikmat Allah yang tidak berhingga yang selalu tercurah.

Jangan terlalu banyak menuntut ekspektasi ini dan itu terhadap hidup.

Jalani yang ada sekarang dengan sebaik-baiknya.

Kita tak bisa menuntut segalanya sesuai dengan bagaimana nyamannya kita.


____

Saya juga kadang takut, terjebak dalam kalimat judul tadi. Menjadikannya alasan untuk tak mempush diri menjadi lebih baik. Ah, semogga tidak demikian.

_____

Makin hari, mungkin karena faktor jauh dari zona nyaman, saya memiliki interaksi yang sangat terbatas. Mungkin juga karena saya sudah begitu dipusingkan dengan urusan riset sehingga tak ingin lagi berjauh-jauh dengan zona nyaman terakhir yang saya punya, rumah.

Dan karenanya saya larut dalam pikiran, oh ternyata saya memang introvert.

Benar atau tidaknya, wallahualam.

Tapi yang jelas, saya bisa tenang dan rileks ketika tidak bersama "keramaian". Ya, saya suka berpergian, sangat suka... tapi tidak bersama atau menjumpai orang-orang. Entahlah... itu terasa begitu melelahkan. Mungkin karena label "orang asing" yang sudah terstigma di awal. Memang dalam hidup saya, tak banyak yang bisa survive melewati pagar batas "orang asing" saya.

______

Namun, akhir-akhir ini saya tersadar. Jika saya seperti ini, bukan berarti orang-orangg dekat saya juga harus begini. Tentu saja tidak, bukan.

Jadi saya berlatih untuk tidak egois dalam memiliki. Termasuk dalam rasa "memiliki" orang-orang dekat. Mereka punya gaya hidup dan cara bahagianya masing-masing. Mereka punya pilihan-pilihan yang bisa mereka ambil untuk bertahan dan juga menikmati bahagia. Hidup ini tidak serta merta putih hitam. Walau kadang telah banyak "kegelapan" yang bertransformasi menjadi sedikit abu-abu hingga mempoles diri menjadi terang. Tapi tidak semuanya senegatif itu. Masih banyak mereka yang bertahan dalam cahaya dan sesekali menapaki ruas jalan temaram hanya berusaha untuk menjalani hidup normal seperti manusia kebanyakan.

_____

Semangat...

Hai Jho... kita pasti bisa.

Kita bahagiakan diri kita, kita bahagiakan orang-orang terdekat kita.

Kita lakukan apa-apa yang memang dalam kuasa kita, jangan pikirkan sesuatu yang kita tak punya kuasa atasnya. 

______

Hai Jho, Mungkin filosofimu yang "berfokus kepada diri" bisa digaungkan lagi. Tapi dengan arah yang positif.

Berfokus pada apa yang bisa kamu lakukan.

Berfokus pada kebahagiaan apa yang bisa kamu kreasikan.

Berfokus pada manfaat apa yang bisa kamu berikan.

Berfokus pada usahamu menyelesaikan tugas-tugas sebaik mungkin.

Selebihnya, tak usah terlalu dipikirkan (setidaknya untuk saat ini, saat kepala dan pikiran sangat mudah teralihkan dari riset dan thesis yang sedang dikerjakan) 😄😄😄

-----

Alhamdulillah

Akhirnya bus nya datang




Wednesday, December 10, 2025

Sudah Desember lagi

Hmm...

Waktu berlalu begitu cepat ya.

Tidak terasa anak-anak sudah tambah tinggi.

Merekan tambah pintar dan sholeh insya Allah.


Tidak terasa ya, sekarangbsudah Desember lagi.

Tingggal hitungan hari, tahun pun berganti.

Ah...

Belum puas rasanya bercanda mesra dengan masa masa awal studi, eh sudah sampai saja di masa-masa sebagai mahasiswa akhir.

Tidak terasa pula sudah beggitu banyak lika liku kehidupan yang di jalani.

Hmmm...

Perjuangan study ini masih membutuhkan tenaga, pikiran dan segala daya dan upaya.

Masih terseok-seok untuk menuju ggaris finish.

Namun walaupun begitu, seberapapun waktu yang kupunya, aku insya Allah akan menyelesaikannya dengan secepat yang aku bisa.

Yok bisa yok. :)

Dan...

Walau waktu berlalu dengan cepat tanpa terasa, Nikmat dan rahmat Allah hadir dengan penuh berlimpah. Hadir dengan beragam cara dan bentuknya. Alhamdulillah. NikmatNya terasa dan membekas dalam penuh kesyukuran. Allahu Akbar.


Terimakasih istriku sayang, dan tetap semangat juga dengan studynya.

Terimakasih anak-anak hebat ku sayang. Uda dan Adek sudah berusaha dengan sekuat tenagga untuk terus belajar dan bergembira. Membersamai abi dan umi di tanah rantau nan jauh ini.

Terimakasih untuk keluarga kami tersayang. We love you all.


Hmm...

30 menit lagi meeting. Semoga ini meeting penutup untuk tahun ini.

Biar bisa memaksimalkan summer break untuk mengejar segala ketertinggalan. Dan menatap tahun esok dengan lebih gemilang. Insya Allah.

Thursday, July 17, 2025

Hi.. what should we do?

Seperti langit melbourne hari ini. Terang terik lalu tiba-tiba gelap temaram.

Awal nya kering hangat, tiba-tiba berangin dan hujan.


Hmmm...

Apakah ini terlalu dipaksakan?

Saturday, June 07, 2025

600 kata...

 600 kata,

dan lalu kupun berkata, "Good Job Ronal"

Ya, walau jumlah yang minim dan sedikit. Tapi tentu klo bukan dirikita yang menghargai susah payahnya kita berhasil menelurkannya lalu siapa?

Fiuh,

Walau beringsut-ingsut, Ya, saya pasti bisa insya Allah.

Sunday, May 25, 2025

SPM ke 50 yang mendebarkan

 #SPM50

Persiapan menyambut SPM ke 50 yang sangat mendebarkan.

Rencana hari ini akan lembur selembur-lemburnya hingga saat mentari terbit esok pagi bisa menghaturkannya dengan baik.


Bismillahirrahmanirrahiim

Berhenti mengeluh

 Aku selalu tidak suka dengan orang yang banyak mengeluh. Apa lagi kalau setiap berjumpa dengan mereka isinya melulu tentang keluhan. Aku me...